Tempat Wisata Bantul

 

Sejarah

Bantul, sebuah nama yang tidak asing ketika berkunjung ke Daerah Istimewah Yogyakarta dikenal sebagai satu dari empat kabupaten yang menjadi bagian dari DIY. Menjadi bagian dari DIY berarti menjadi daerah penyangga baik secara ekonomi, sosial, budaya dan wisata. Dengan moto Projotamansari, Kabupaten Bantul terus berkembang menjadi daerah yang lebih maju. Tidak hanya terkenal akan obyek wisata yang beraneka ragam mulai dari obyek alam hingga taman bermain, Bantul juga memiliki sejarah tersendiri yang bermula sejak ratusan tahun lalu.

Meski hanya berskala kabupaten, namun ternyata Bantul memiliki sejarah perjuangan kepahlawanan yang tidak kalah hebat dari daerah lain. Sebut saja upaya pertahanan Sultan Agung di Pleret, perlawanan Pangeran Mangkubumi yang mengambil lokasi di Ambar Ketawang ataupun Perang Gerilya Jenderal Sudirman.

Kilas balik hampir dua ratus tahun yang lalu, pembentukan wilayah Bantul secara resmi diinisiasi oleh Belanda. Kala itu, Pemerintah Hindia Belanda berkeinginan untuk membentuk komisi khusus membawah wilayah Vortenlanden sesuai meredam perjuangan Diponegoro. Wilayah ini terdiri dari area Mataram, Gunungkidul, Sokowati dan Pajang. Selanjutnya, Pemerintah Hindia Belanda bersama dengan Kasultanan Yogyakarta membahas dan menyetujui kontrak kerjasama mengenai pembagian wilayah administrative beserta penetapan jabatan kepala wilayahnya.

Sebelum adanya kontrak kerjasama ini, hanya ada tiga kabupaten yang menjadi bagian dan Kasultanan Yogyakarta yakni Kalasan di bagian timur, Denggung di bagian utara dan Bantulkarang di bagian selatan. Menindaklanjuti disetujuinya pembagian wilayah administratif yang baru, secara resmi dibentuklah Kabupaten Bantul pada tanggal 20 Juli 1831 dengan bupati pertama yakni Raden Tumenggung Mangun Negoro.

Hingga kini, tanggal 20 Juli itulah yang ditetapkan sebagai Hari Jadi Kabupaten Bantul dan diperingati setiap tahun. Usut punya usut, ternyata tanggal 20 Juli juga memiliki makna lain yakni simbol kepahlawanan mengingat pada tanggal inilah perang Diponegoro dikobarkan di Bantul yang dibantu oleh banyak rakyat Bantul.

Fasilitas Tempat Wisata Bantul, Yogyakarta

Budaya

Bantul lekat dengan tradisi budaya Jawa yang masih kental hingga saat ini meskipun zaman terus berkembang. Penggiat budaya di wilayah Bantul termasuk masyarakat lokal masih antusias menghidupkan berbagai tradisi budaya yang mencerminkan pandangan dan cara hidup masyarakat lokal terutama mengingat Kabupaten Bantul kini menjadi salah satu daerah wisata yang dikunjungi oleh puluhan ribu wisatawan. Antusiasme ini terlihat dari masih dijaganya banyak kegiatan atau upacara adat dan budaya lokal di berbagai wilayah di Bantul.

Untuk wisatawan pada khususnya, berbagai upacara dan acara adat dan budaya merupakan daya tarik tersendiri. Tidak jarang wisatawan sengaja datang menyempatkan diri untuk menyaksikan dan menjadi bagian dari acara tersebut.

Labuhan Alit Parangkusumo

Dari sekian banyak acara adat dan budaya yang masih dilaksanakan secara rutin, adalah Labuhan Alit Parangkusumo yang menyedot banyak perhatian. Ritual ini diadakan setiap tahun tepatnya tanggal 30 Rajab dengan menggunakan kalender penanggalan Jawa dalam rangka memberi penghormatan pada leluhur atas dibangunnya Kerajaan Mataram. Ritual adat ini dilakukan di Pantai Parangkusumo dengan disaksikan baik turis lokal ataupun mancanegara.

Mengapa ritual ini dilakukan di Pantai Parangkusumo? Ada satu alasan yang kuat mengenai dipilihnya pantai ini. Pantai Parangkusumo adalah satu dari beberapa pantai di wilayah DIY yang dianggap keramat. Pantai ini memiliki nilai khusus dalam budaya Jawa karena dianggap menjadi gerbang pintu masuk utama untuk memasuki wilayah Keraton Gaib Laut Selatan yang tidak lain merupakan daerah kekuasan Nyai Roro Kidul, penguasa laut Selatan Jawa. Dalam sejarah yang dipercayai oleh masyarakat lokal, adalah Nyai Roro Kidul yang berjanji untuk melindungi Raja Mataram Pertama beserta keturunannya dan Kerajaan Mataram.

Oleh karena itu, dipilihlah Pantai Parangkusumo sebagai tempat dilakukannya ritual Labuhan Alit Parangkusumo yang tidak pernah absen setiap tahun. Pada hari penyelenggaraan ritual ini, masyarakat yang terlibat mengenakan pakaian khusus bernuansa Jawa dan membawa berbagi persembahan yang merupakan hasil alam di wilayah Jogja dan sekitarnya.

Pemandangan menarik inilah yang menyedot perhatian wisatawan untuk datang, mengabadikan dan turut menyaksikan ritual adat ini. Bahkan, tidak jarang wisatawan sudah tiba di lokasi beberapa jam sebelum dimulainya ritual. Selain itu, wisatawan juga bisa sembari menikmati keindahan alam Pantai Parangkusumo dengan deburan ombak besar khas Pantai Selatan.  Pantai Parangkusumo berlokasi tidak jauh dari pusat kota Yogyakarta. Hanya dibutuhkan sekitar 30 menit berkendara untuk mencapai pantai.

Nyadran Makam Sewu

Masyarakat Kabupaten Bantul juga masih menjaga salah satu ritual adat penting yang berpegang pada tuntunan agama dan dilakukan setiap tahun dikenal sebagai tradisi Nyadran Makam Sewu. Nyadran berasal dari bahasa Arab yakni Yaadaronan yakni doa yang diucapkan ketika memasuki makan dengan maksud ziarah kubur.

Nyadran adalah budaya peninggalan leluhur sejak ratusan tahun lalu dan diajarkan oleh para wali. Di beberapa wilayah di pulau Jawa termasuk Bantul, masyarakat masih mengenakan perlengkapan adat Jawa ketika melakukan ritual ini dan membawa serta berbagai olahan makanan untuk disantap bersama.

Nyadran sendiri adalah ritual ziarah kubur dengan maksud untuk mendoakan arwah para leluhur sekaligus sebagai bentuk penghormatan pada mereka yang telah menghadap sang pencipta. Tradisi ini dikhususkan untuk dilakukan menjelang bulan puasa tepatnya pada Bulan Ruwah menurut penanggalan Jawa.

Di Bantul, adalah Panembahan Bodho yang tidak lain merupakan toko dengan andil besar dalam penyebaran ajaran agama Islam yang kemudian dimakamkan di di wilayah Pijenan Gilangharjo Pandak Bantul. Panembahan Bodho disebut-sebut sebagai murid Sunan Kalijaga sekaligus merupakan ulama besar di wilayah Bantul.

Tradisi Nyadran Makam Sewu ini dikhususkan untuk ziarah kubur Panembahan Bodho yang dianggap sangat berjasa dalam penyebaran agama Islam. Tradisi yang dulunya hanya ritual ziarah kubur ini sekarang berkembang menjadi tradisi budaya yang banyak menyedot perhatian masyarakat dan wisatawan.

Tanggal 20 atau lebih bulan Sya’ban atau Ruwah adalah tanggal dimulainya penyelenggaraan tradisi ini. Bahkan, berbagai acara pun sudah mulai dilakukan seminggu sebelumnya termasuk pasar malam dan bersih makam. Di penghujung acara, dilakukan kenduri dan kirab budaya bersama 5 desa.

Tradisi Nyadran merupakan satu momen yang sangat berharga terutama karena di saat inilah puncak kerukunan umat dimana masyarakat membaur menjadi satu meskipun berbeda kepercayaan. Dan, momen ini juga yang menjadi salah satu momen wisata yang sayang untuk dilewatkan. Bahkan, tidak jarang wisatawan mancanegara sengaja menyempatkan diri untuk menyaksikan ritual ini.

Fasilitas

Sebagai satu dari empat kabupaten penyangga Daerah Istimewa Yogyakarta, Bantul telah mulai berkembang lebih maju. Hal ini  terlihat dari tersedianya berbagai fasilitas dan sarana publik di berbagai wilayah di Bantul. Salah satunya adalah transportasi publik berupa bus.

Jika dibandingkan dengan kota metropolitan seperti Jakarta, transportasi publik di Bantul memang masih kalah jauh untuk soal kuantitas serta jam kerja operasional. Bus umum di Bantul tidak beroperasi 24 jam sehari. Sehingga, sebagai alternatif, wisatawan bisa menggunakan alat transportasi pribadi dengan mengendarai ataupun menyewa kendaraan untuk bisa menjangkau berbagai wilayah di Bantul.

Wisata

Letak Bantul yang bersebelahan dengan kota Jogja menjadi keuntungan tersendiri terutama di sektor pariwisata. Lebih mudah bagi Bantul untuk menyedot wisatawan domestik dan mancanegara. Menyinggung soal pariwisata, adalah tempat wisata Bantul yang menjadi favorit Anda? Tentunya ada banyak pilihan yang harus dikunjungi.

Kini, seiring makin meningkatnya tren wisata terutama dengan adanya ekspos besar-besaran dari media sosial, banyak wilayah yang kebanjiran wisatawan termasuk Bantul. Dari tahun ke tahun, makin banyak saja tempat wisata Bantul yang terekspos dan jadi sasaran wisatawan dari berbagai daerah. Setiap tempat di Bantul menyimpan keunikan dan daya tarik tersendiri. Bahkan beberapa tempat wisata dikenal sangat autentik dan tidak bisa ditemukan di wilayah lain.

Mulai dari tempat wisata bernuansa alam seperti pantai, air terjun dan bukit hingga wisata bernuansa kuliner dan wisata yang menarik untuk dikunjungi di malam hari. Ingin tahu tempat wisata Bantul yang paling direkomendasikan untuk Anda kunjungi? Berikut adalah daftarnya.

Wisata Air Terjun

Bagaimana jika mengawali rangkaian liburan di Bantul dengan mengunjungi sejumlah air terjun paling terkenal? Yang unik dari Bantul adalah adanya banyak air terjun dengan pesona tersendiri meskipun ukurannya tidak begitu besar. Namun, kesegaran air dan kolamnya bisa diadu. Buat Anda yang gemar berwisata air, tempat wisata air terjun ini jelas merupakan pilihan yang tepat. Pastikan membawa baju berenang dan kamera untuk mengabadikan keindahan momen yang Anda habiskan di tempat wisata ini.

  1. Air Terjun Pengilon
  2. Air Terjung Seribu Batu
  3. Curug Pulosari
  4. Curug Banyunibo
  5. Air Terjun Banyunibo Sanggrahan II
  6. Grojogan Pucung
  7. Grojogan Tuwondo
  8. Air Terjun Randusari
  9. Grojogan Lepo Dlingo

Wisata Pantai

Meskipun tidak sepopular Gunungkidul untuk urusan tempat wisata bernuansa pantai, namun Bantul menyimpan sejumlah obyek wisata pantai yang patut dikunjungi. Menariknya, pantai-pantai ini mudah diakses dari pusat kota Jogja sehingga tidak diperlukan perjalanan yang lama untuk menjangkaunya.

  1. Pantai Baros
  2. Pantai Kuwaru
  3. Pantai Goa Cemara
  4. Pantai Pandansari
  5. Pantai Parangtritis
  6. Pantai Samas
  7. Pantai Parangkusumo
  8. Pantai Patehan
  9. Pantai Pandansimo
  10. Mercusuar Pantai Pandansari

Wisata Alam

Pernah dengar tentang Hutan Pinus Pengger di Bantul?  Tentunya, berbagai foto-foto cantik yang menggambarkan keindahan alami hutan pinus ini pernah dijumpai di berbagai media sosial. Tidak heran karena Hutan Pinus Pengger bisa dibilang tengah naik daun dan jadi hits di kalangan wisatawan. Hutan ini punya pemandangan ikonik yang jarang ditemukan di tempat lain. Nah, usut punya usut, Hutan Pinus Pengger bukan satu-satunya tempat wisata Bantul yang tengah naik daun di media sosial. Masih ada banyak tempat wisata yang tidak kalah cantik dan ikonik. Penasaran? Ini dia daftarnya.

  1. Puncak Pinus Becici
  2. Hutan Pinus
  3. Pemandian Air Panas Parang Wedang
  4. Goa Selarong
  5. Goa Cerme
  6. Goa Gajah
  7. Goa Sunan Mas
  8. Goa Nogobumi
  9. Goa Payaman
  10. Goa Lawa

Wisata Waterpark dan Taman Bermain

Mengajak anak-anak berliburan di Bantul tentu merupakan keputusan yang tepat. Apalagi dengan adanya dua waterpark andalan Bantul yang akan menghibur anak dengan berbagai wahana air yang menyenangkan. Berikut dua waterpark paling populer di Bantul yang layak dikunjungi.

  1. Balong Waterpark
  2. Grand Puri Waterpark
  3. Galaxy Waterpark
  4. Taman Wisata Tirta Tamansari
  5. Kids Fun

Wisata Unik

Tidak cukup meluangkan waktu hanya 1 atau dua hari untuk mengunjungi berbagai tempat wisata Bantul. Kali ini, ada beberapa tempat wisata unik dengan konsep berbeda yang harus coba dikunjungi. Di tempat ini, baik anak dan dewasa berkesempatan untuk mendapatkan pengalaman unik dan menyenangkan.

  1. Kebun Buah Mangunan
  2. Omah Kuno Miring Jogja
  3. Rumah Hobbit Mangunan
  4. Pabrik Gula Madukismo
  5. Kedung Pengilon
  6. Landasan Pacu Pantai Depok

Wisata Malam

Tidak usah merasa bingung memilih tempat wisata Bantul di malam hari karena kini telah hadir beberapa tempat wisata malam hari yang akan membuat penghujung hari Anda menyenangkan. Bahkan, sebagian tempat wisata malam ini tersedia gratis bagi pengunjung. Pastikan membawa serta kamera dan abadikan momen-momen terbaik bersama keluarga dan teman tercinta.

  1. Pintu Langit Dahromo
  2. Hutan Pinus Pengger
  3. Bukit Paralayang Parangtritis

 

Wisata Sentra Kerajinan

Sentra kerajinan tidak hanya terdapat di kota Jogja tetapi juga Kabupaten Bantul. Setidaknya ada tiga sentra kerajinan tangan paling terkenal di Bantul yang layak Anda kunjungi.

  1. Gerabah Kasongan
  2. Kaula Leather Workshop
  3. Studio 76

 

Desa Wisata

Desa wisata menawarkan alternatif hiburan yang unik terutama bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih jauh sebuah daerah. Di tiap desa wisata, ada saja hiburan dan kearifan lokal yang dijaga dengan baik. Bagi wisatawan, kekayaan lokal inilah yang mengundang banyak perhatian.

  1. Desa Wisata Kasongan
  2. Desa Kerajinan Gerabah Panjangrejo
  3. Desa Wisata batik Kayu Krebet
  4. Desa wisata Kebon Agung
  5. Desa wisata Kerajinan Kulit Manding
  6. Desa Wisata Lopati

 

Wisata Situs Bersejarah

Sejarah Bantul tidak berhenti pada dua ratus tahun lalu ketika kabupaten ini terbentuk secara resmi. Melainkan ribuan tahun lalu ketika peradaban kuno masih ada. Oleh karena itu, ada banyak situs bersejarah di Bantul berusia ratusan hingga ribuan tahun yang saat ini masih terjaga dengan baik dan menjadi tempat wisata favorit.

  1. Pasenggrahan Parangkusumo
  2. Kraton Kerto
  3. Watu Wedhok
  4. Batu Songkamal
  5. Payak
  6. Pleret 
  7. Watu Cantheng 
  8. Watu Gilang 
  9. Segoroyoso 
  10. Candi Ganjuran

 

Wisata Monumen

Setiap monumen memiliki sejarah tersendiri yang menarik untuk diketahui. Bantul yang menjadi bagian dari Yogyakarta pun memiliki sejarah panjang ratusan tahun jadi tidak heran jika Bantul memiliki banyak museum bersejarah yang siap memikat hati para wisatawan.

  1. Monumen Segoroyoso
  2. Monumen Bibis 
  3. Monumen TNI-AU Ngoto 
  4. Monumen Brimob
  5. Monumen KB/APSARI 

 

Wisata Museum

Siapa bilang museum membosankan? Buktinya, Bantul punya selusin museum dengan berbagai koleksi yang menarik untuk dikunjungi.

  1. Museum Sejarah Purbakala Pleret
  2. Pendhapa Art Space
  3. Muesum Hm Soeharto
  4. Parangtritis Geomaritime Science Park
  5. Museum Tani Imogiri
  6. Museum Bahari
  7. Museum Batik
  8. Padepokan Seni Bagong Kusudiharjo
  9. Museum Kayu Wanagama

 

Wisata Rohani

Bantul juga menyimpan sejumlah tempat wisata rohani yang harus dikunjungi bagi umat Kristiani dan Islam. Setidaknya ada tiga tempat wisata rohani yang tersebar di Kabupaten Bantul.

  1. Gereja Ganjuran
  2. Makam Raja-raja Imogiri
  3. Mesjid Kotagede

 

Wisata Edukasi

Ajak anak dan keluarga untuk menikmati berbagai hal yang ditawarkan di tempat wisata edukasi di wilayah Bantul. Selain menghibur, wisata edukasi juga sangat cocok untuk anak dan orang dewasa untuk menambah pengetahuan sekaligus pengalaman menarik. Berikut yang harus Anda kunjungi di Bantul.

  1. Tembi Rumah Budaya
  2. Agrowisata Argorejo
  3. Bank Sampah
  4. Watu Lumbung

 

Wisata Kuliner

Memanjakan lidah selama berliburan tentu tidak boleh terlewatkan. Kali ini, wisata kuliner Bantul akan membawa Anda untuk merasakan dan menikmati berbagai sajian andalan kabupaten ini. Sajian dengan cita rasa khas Bantul ini siap menggoyang lidah dan mengisi perut kosong. Dan, tidak jauh berbeda dari suguhan kuliner lain di wilayah Jogja dan sekitarnya, kuliner terbaik Bantul dibanderol dengan harga terjangkau sehingga tidak akan membuat kantong Anda kosong.

  1. Soto Kadipiro
  2. Ayam Goreng Mbah Cemplung
  3. Gudeg Nggeneng
  4. Bakmi Mbah Mo Code
  5. Sate Klathak Jejeran
  6. Sambel Welut Pak Sabar
  7. Tongseng Ayam Sudimoro
  8. Pecel Wader Wiyoro
  9. Sate Klathak Pak Pong
  10. Manggar Manding
  11. Hargodumilah Handcraft
  12. The Sawah Bantul

Daftar Obyek Wisata Bantul Terpopuler

Back to Top
WA
Email