Alasan Mengapa Mengunjungi Museum/Monumen Pahlawan Pancasila

Mendengarkan penjelasan tentang sejarah di depan kelas bisa jadi membosankan. Apalagi jika tidak disertai ilustrasi seperti gambar atau video. Bisa jadi penjelasan saat itu akan langsung dilupakan keesokan harinya atau setelah pelajaran tersebut usai sama sekali tidak ada yang diingat. Padahal pelajaran sejarah penting untuk diketahui sehingga kita bisa mengetahui atau setidaknya menghargai proses yang telah dilalui. Nah, paling mudah untuk belajar sejarah tentu saja melalui museum. Di dalam museum tidak hanya memperoleh penjelasan namun juga memperoleh gambaran bahkan bukti peninggalan sejarah tersebut. Salah satunya bisa di lihat di Monumen Pahlawan Pancasila.

 

Sekilas Museum/Monumen Pahlawan Pancasila

 

Melalui namanya saja yaitu Museum/Monumen Pahlawan Pancasila mungkin langsung bisa mengenali bahwa museum tersebut berisi peninggalan atau benda yang berhubungan dengan peristiwa G30S/PKI. Atau lebih khususnya pada monument pancasila sakti yang ada di Jogja ini merupakan monumen untuk menghormati gugurnya dua perwira Angkatan Darat yaitu Kolonel Katamso dan Letnan Kolonel Soegiyono pada peristiwa tersebut.

 

Museum yang direncanakan sejak 1986 ini mulai dibangun pada 1986 dan selesai pada 1991. Museum ini memiliki satu pendopo utama berada di tempat lubang ditemukannya jenazah kedua perwira tersebut. Kemudian di bagian sisi kanan dan kiri terdapat kedua patung perwira tersebut. Sementara itu sejarah mengenai kronologi terjadi peristiwa yang melibatkan kedua perwira tersebut bisa dibaca pada relief yang ada di dinding museum.

 

Sebagai Tanda Penghormatan

 

Museum yang berada di Jalan Kentungan, Condongcatur, Depok, Sleman atau tepatnya di Kompleks Batalyon 403 ini diresmikan KGPAA Paku Alam VIII pada 1 Oktober 1991. Awalnya di bawah naunggan TNI AD Batalyon 403 namun saat ini dikelola Dinas Sosial Provinsi DIY.

 

Museum ini didirikan atas perintah Sekretaris Militer Kepresidenan sebagai bentuk upaya untuk menghormati kedua perwira yang gugur. Selain itu sebagai pengingat kepada masyarakat adanya lubang buaya Yogyakarta yang menjadi saksi terjadinya sebuah peristiwa yang mencoba melakukan upaya memecah belah NKRI.

 

Apa saja yang Bisa Dilihat di Museum

 

Ketika berkunjung ke Monumen Jogja Kembali bisa melihat bagaimana proses perjuangan para pahlawan saat menguasahi Jogja selama 6 jam untuk menunjukkan kepada dunia dan masyarakat Indonesia pada khususnya bahwa pemerintahan Indonesia masih berjalan.

 

Sedangkan di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala bisa melihat perjalanan pesawat-pesawat tempur yang ada di Indonesia termasuk pesawat pertama maupun pesawat yang pernah digunakan untuk berjuang melawan penjajah maka di Monumen Pancasila ini selain melihat lubang dimana jenazah ditemukan, kedua patung perwira dan kronologi peristiwa, pengunjung bisa melihat duplikat mobil yang digunakan mengangkut jenazah ke Taman Makam Pahlawan Kusumanegara, pakaian dinas kedua pahlawan revolusi dan tentunya foto-foto Kolonel Katamso dan Letnan Kolonel Soegijono semasa hidupnya.

 

Bisa Dikunjungi Rombongan

 

Mengunjungi museum ini bisa sendirian ataupun rombongan. Buka setiap hari dan tidak dikenai biaya. Namun perhatikan jam buka museum, karena meskipun setiap hari buka namun jam operasional berbeda. Selain itu untuk hari Minggu atau Libur Nasional juga tutup. Jika ingin melakukan kunjungan secara rombongan misalnya saat liburan sekolah sebaiknya konfirmasi terlebih dahulu.

 

Apalagi museum ini tidak terlalu besar sehingga pihak museum bisa menjelaskan apa saja yang diperlukan. Termasuk mungkin menyiapkan pemandu yang akan membantu Anda memahami setiap koleksi yang ditunjukkan museum tersebut. Setela mengunjungi museum ini Anda juga bisa berkunjung ke Museum Pergerakan Wanita sehingga pengetahuan tentang sejarah Indonesia pun makin bertambah.

 

Tidak sedikit pelajar yang mengunjungi museum ini untuk mengetahui lubang dimana dikubur dan ditemukannya dua perwira AD yang menjadi korban pada saat peristiwa G30S/PKI tersebut. Saat ini sekitar lubang tersebut sudah dibangun rapi dengan dibuatkan semacam rumah Joglo dan di sekeliling lubang tersebut suda diberi pagar pengaman jadi para pengunjung hanya boleh melihat tanpa boleh memasukinya.

 

Untuk menuju lokasi, setidaknya 0.9 km dari Terminal Condongcatur. Paling mudah jika membawa kendaraan sendiri atau menggunakan transportasi online yang saat ini sangat mudah diakses. Jadi, sudahkah Anda memutuskan untuk mengunjungi Museum/Monumen Pahlawan Pancasila di Yogyakarta?