Beribadah dan Berziarah di Candi Ganjuran yang Sejuk

Peninggalan sejarah memang menyimpan nilai- nilai historis yang harus dilestarikan hingga antar generasi agar sejarah yang terkandung di dalamnya tidak hilang karena kurangnya daya tarik penerus bangsa terhadapnya. Terlebih sejarah Indonesia yang kaya akan akulturasi budaya dari berbagai sumber seperti Hindu, Budha, Islam, dan Suku- suku asli. Salah satu bentuk akulturasi itu dapat dilihat di Candi Ganjuran.

 

Lokasi Candi Ganjuran

 

Candi Ganjuran berada dalam komplek Gereja Ganjuran Bantul Yogyakarta yang beralamat di Jalan Ganjuran, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Bantul, Yogyakarta. Dari pusat kota Yogya dapat ditempuh selama kurang lebih 40 menit dengan jarak sejauh 18km.

 

Rute yang dipilih dari Kota Yogya bisa melalui Jalan Parangtritis atau Jalan Bantul untuk menuju Ganjuran. Kondisi jalanan menuju gereja ini sudah sangat bagus. Untuk menuju ke lokasi bisa diakses dengan kendaraan pribadi atau sewa. Bila pengunjung kesulitas menemukan lokasi maka bisa mengandalakan bantuan GoogleMaps.

 

Sejarah Candi dan Gereja

 

Komplek gereja dan candi yang dibangun Schmutzer pada mulanya bernama Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus, namun kini lebih dikenal dengan Gereja Ganjuran karena lokasinya yang berada di Desa Ganjuran bukan Ganjuran Sleman Dengan berdirinya gereja tersebut masyarakat sekitar menjadi lebih tertata kehidupannya karena mengikuti nilai ajaran dari gereja tersebut. Hingga akhirnya banyak masyarakat sekitar yang menjadi penganut Katholik.

 

Pada tahun 1927 Schmutzer mendirikan candi di komplek gereja setinggi 10meter sebagai wujud syukur atas kesuksesan pabrik gulanya. Candi Hati Kudus Tuhan Yesus ini merupakan perpaduan kultur dengan corak Hindu, Mataram Kuno dan Jawa, terlihat dalam patung Yesus didalamnya digambarkan dengan pakaian dan wajah Jawa. Sayangnya gereja ini sempat terdampak gempa besar Yogya pada tahun 2006, namun setelahnya dilakukan pemugaran hingga kompleknya seluas 2,5Ha.

 

Air Suci Gereja Ganjuran

 

Pengunjung yang datang ke komplek ini selain beribadah dengan mengikuti jadwal misa dan paroki yang diselenggarakan secara rutin juga dapat melakukan ziarah di candi tersebut. Candi ini memiliki relief yang indah dan dibawahnya terdapat sumber air suci Gereja Ganjuran.

 

Sumber mata air tersebut sangat jernih dan bersih diberi nama Perwitasari. Air tersebut dipercaya memiliki khasiat untuk dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Banyak orang yang datang berdoa di pelataran candi kemudian mengambil air tersebut untuk pengobatan. Banyak pula testimoni pengunjung yang sudah merasakan manfaat air tersebut. Banyaknya peminat air tersebut hingga kini sudah difasilitasi dengan dipasangnya 9 kran air untuk memudahkan pengunjung mengakses air tersebut.

 

Suasana Candi Ganjuran

 

Bila Goa Selarong adalah tempat petilasan Pangeran Diponegoro maupun Situs Watu Wedhok yang menyimpan sejarah petilasan Mataram, Candi ini dibuat karena untuk menghargai berbagai budaya yang ada di wilayah ini pada saat itu dapat hidup berdampingan dengan damai dan selaras. Suasana di komplek Candi Ganjuran sangat menyenangkan. Suasana di kompleks ini sangat teduh dan sejuk dengan banyaknya pohon pinus yang menaungi area gereja dan candi. Keindahan relief candi dan megahnya bagunan gereja ini membuat pengunjung betah untuk beribadah di sini.

 

Pengunjung dapat menikmati suasana siang maupun sore hari di sekitar lokasi yang rindang sembari mendegarkan alunan music gamelan yang mengiringi pelaksanaan ibadah di gereja. Misa di gereja ini memang dilakukan dengan memakai bahasa Jawa dan diiringi gamelan, semakin mengisyaratkan bahwa akulturasi berbagai budaya tak menghalangi niat mereka untuk beribadah kepada Tuhan.

 

Fasilitas Komplek Candi

 

Kelengkapan fasilitas terkadang menjadi pertimbangan yang utama dalam menentukan tujuan wisata. Apabila di lokasi tersebut sudah memiliki fasilitas umum yang lengkap maka biasanya objek tersebut ramai dikunjungi wisatawan.

 

Demikian pula di komplek Candi Ganjuran ini. Kompleks Gereja Ganjuran dengan luas mencapai 2.5Ha memiliki fasilitas yang sudah lengkap. Fasilitas yang dapat dinikmati oleh pengunjung antara lain area parkir yang luas, terdapat candi, pastoran, klinik, hingga terdapat sekolahan. Pengunjung pun dapat mengunjungi gereja ini di sore hari dengan suasana gereja yang lebih syahdu karena penerangan yang menempel di pohon pinus di pelataran candi.