Desa Segoroyoso, Ternyata Menyimpan Rekam Jejak Perjuangan Sejak Jaman Mataram

Selama ini desa ini dikenal sebagai desa yang menyimpan sejarah mengenai perjuangan bangsa Indonesia di era pasca kemerdekaan. Pertempuran susulan yang terjadi di Yogyakarta banyak dibantu oleh para pemuda dan warga desa dengan mengubah desa menjadi pos pertahanan dan markas. Namun siapa sangka ternyata jauh sebelum kemerdekaan desa ini juga menyimpan sejarah mengenai Kerajaan Mataram yang berlokasi di desa ini yaitu di Segoroyoso.

 

Lokasi Desa Segoroyoso

 

Desa Segoroyoso terletak di Kecamatan Pleret, Bantul, Jogja. Dari pusat kota Jogja desa ini berjarak kurang lebih 15 km ke arah selatan dapat ditempuh dengan waktu 35 menit perjalanan. Rute yang dapat dipilih untuk menuju desa adalah melalui Jalan Imogiri Timur. Namun bisa juga dijangkau lewat Jalan Nasional III dan Jalan Imogiri Barat. Dari Jalan ini pun bisa menuju Pantai Kuwaru.

 

Akses menuju lokasi sangat mudah bisa dijangkau dengan kendaraan umum maupun pribadi. Bila pengunjung kesulitan menemukan lokasi bisa mengandalkan bantuan Google Maps maupun bertanya kepada warga lokal.

 

Sejarah Desa Jaman Mataram

 

Mungkin semangat perjuangan memang sudah mendarah daging di wilayah Desa Segoroyoso beserta seluruh penduduk desanya secara turun temurun. Desa yang identic dengan perjuangan mempertahankan kemerdekaan ini ternyata menyimpan sejarah perjuangan jauh sebelum masa kemerdekaan yaitu di masa Kerajaan Mataram Islam.

 

Desa ini disebut Segoroyoso karena dahulunya merupakan daerah laut buatan yang berasal dari kata segoro dan yoso. Tepatnya pada masa itu Sultan Agung membendung Sungai Opak untuk tempat pelatihan tentara dan prajurit dalam melawan Belanda ke Batavia. Daerah ini memang terdapat pertemuan dua aliran sungai besar yaitu Sungai Opak dan Gajah Wong. Sehingga dengan membendung aliran ini hanya dalam waktu yang reltif singkat sudah menghasilkan bendungan yang besar.

 

Dikisahkan dahulu Sultan Agung memindahkan pusat kerajaan Mataram dari Kerta ke Pleret. Oleh sebab itu dibuatlah bendungan yang besar untuk beteng pertahanan dan tempat pelatihan para prajurit. Wilayah ini didukung degan potensi tanah yang subur dan hutan yang masih lebat sehingga aman untuk pusat pemerintahan.

 

Namun sayang pada masa kepemimpinan Amangkurat I Kerajaan Mataram runtuh beserta pusat kerajaan. Konon bendungan itu pun jebol dan airnya menyuburkan lokasi di area Segoroyoso sehingga sangat baik untuk wilayah pertanian. Sedangkan petilasan kerajaan itu sendiri tak berbekas hanya meninggalkan artefak seperti sumur gemuling.  Seperti halnya peninggalan Mataram berupa Watu Gilang di Kotagede.

 

Desa Perjuangan

 

Semangat berjuang ternyata berlanjut hingga masa awal kemerdekaan dimana masih banyak serangan susulan yang dilakukan sekutu. Di desa ini pula Letkol Suharto menjadikan desa sebagai tempat untuk Pos Pertahanan, Pos Palang Merah, Rumah Sakit Darurat, Dapur Umum, Gudang Senjata dan tempat administratiftf lainnya.

 

Pasalnya pada tahun 1948- 1949 Komandan Wehrkreise III Letkol Suharto menyusun seluruh strategi untuk Serangan Umum 1 Maret 1949 di desa ini. Pada masa itu banyak pemuda desa yang berperan dalam peristiwa ini. Mereka mengikuti latihan militer untuk bergabung dalam perjuangan serangan umum untuk melindungi wilayah ini maupun dikirim hingga ke luar kota. Tak hanya pemuda namun juga penduduk yang rela digunakan rumahnya untuk kepentingan perjuangan seperti difungsinkan sebagai rumah sakit darurat.

 

Mengingat perjuangan yang telat dilakukan oleh penduduk beserta pahlawan di lokasi tersebut, kemudian dibangunlah monument dengan tulisan ‘Prasasti Segoroyoso Tahun 1948- 1949’ untuk mengenang peristiwa dan jasa para pahlawan di daerah tersebut.  Prasati itu berbetuk seperti tugu persegi panjang berdiri keatas dengan tinggi sekitar 1.5 meter.

 

Potensi Desa

 

Di desa ini terdapat banyak peternakan sapi Segoroyoso. Namun hasil ternaknya tak terbatas pada sapi saja. Hewan dan hasil ternak lain juga banyak terdapat di sini seperti kambing dan kuda. Hasil olahan produk ternak pun dijual di daerah ini. Pengunjung dapat membeli berbagai hasil olahan ternak. Baik hasil olahan daging maupun kulitnya. Produknya pun bervariatif bahkan hingga tersedia abon daging kuda. Bila waktu libur tiba jangan lupa untuk berkunjung ke Segoroyoso ya.