Candi Barong, Tempat Para Petani Memuja Dewi Kesuburan

Hal menarik dari tempat wisata candi selain bentuknya yang selalu berbeda dari satu candi ke candi yang lain juga karena fungsi tempat tersebut. Ada yang dulunya merupakan sebuah istana, ada yang digunakan sebagai tempat ibadah atau pemujaan dan sebagainya. Selain itu  arsitekturnya juga selalu menarik. Salah satunya adalah Candi Barong. Bagaimana proses pembuatannya, mengapa bisa awet hingga ratusan tahun kemudian juga tetap menjadi pertanyaan dan mungkin masih terus menjadi salah satu hal yang diteliti. Bagi masyarakat awam, bisa mengunjunginya dan mengaguminya pun sudah cukup. Bagaimana dengan Anda?

 

Tentang Candi Barong

 

Candi Barong berada di atas Bukit Batur Agung atau sebelah tenggara Candi Ratu Boko. Berupa hiasan kala barong dimana digunakan sebagai tempat untuk memuja Dewa Wisnu dan Dewi Sri. Dewi Sri merupakan Dewi Kesuburan yang dipercaya masyarakat Hindu. Candi ini diperkirakan dibangun sekitar abad 9 dan 10. Nama sebenarnya pun bukan Candi Barong melainkan Candi Suragedug.

 

Memperoleh julukan Candi Barong karena terdapat hiasan Kala dengan bentuk barong ada sisi tiap bangunan candi. Kala Barong merupakan sebuah mitos yang dipercaya penganut Hindu sebagai makhluk penjaga bangunan. Ornamen lain yang bisa ditemui selain barong adalah Ghana atau raksasa kercil yang memiliki tugas untuk menopang relung candi. Candi dipugar pada 1987 dan selesai pada 1992.

 

Setidaknya untuk rute candi barong pada halaman kompleks candi terdapat tiga buah teras. Dimana semakin Anda ke arah timur, tiga teras tersebut terlihat makin tinggi. Teras tersebut merupakan bagian belakang candi. Saat Anda berada di teras tertinggi maka akan menemukan sebuah selasar dan dua candi yang tidak terdapat jendela maupun pintu. Candi pertama memiliki ukuran 8,20 meter x 8,20 meter dan tinggi 9,25 meter.

 

Candi kedua memiliki ukuran 8,25 meter x 8,25 meter dan tinggi 9,25 meter. Kemudian saat berada  di masing-masing sisi candi, Anda bisa melihat relung dengan hiasan kala dan makara. Pada bagian teras kedua Anda bisa menemukan struktur bangunan dengan risiko untuk tempat memujja dewa Wisnu dan Dewi Sri.

 

Tempat Pemujaan

 

Seperti yang sudah diketahui sebelumnya bahwa Candi Sambisari memiliki desain hampir mirip dengan Candi Plaosan. Berbeda dengan Candi Barong yang dikenal justru memiliki desain yang unik dan tidak dimiliki di tempat lain. Candi ini tidak memiiki bilik sebagaimana candi pada umumnya. Anda hanya akan menemukan relung. Relung digunakkan untuk menyimpan arca.

 

Hanya saja para arca, lingga maupun yoni tidak ditemukan di sini. Termasuk arca Dewa Wisnu maupun Dewi Sri tidak berada di candi tersebut. Candi ini pun dikelilingi aktifitas para petani di sawah, ladang maupun perkebunan kecil. Sehingga keberadaan candi tersebut mengonfirmasi digunakan sebagai tempat untuk pemujaan bagi Dewa Wisnu dan Dewi Sri.

 

Candi yang Sederhana

 

Candi Kalasan dikenal sebagai candi Budha tertua yang berada di wilayah Yogyakara. Bagaimana dengan Candi Barong? Candi ini merupakan candi Hindu namun bukan yang tertua. Bangunan candi ini sangat sederhana. Anda tidak akan menemukan relief kisah wayang maupun pahatan dewa maupun dewi, di sisi manapun.

 

Namun ketika berjalan ke atas menuju candi Anda akan menemukan keunikannya. Candi ini memiliki pelataran yang luas. Posisinya yang berada di atas bukit memberikan keuntungan bagi para pengunjung bisa menikmati pemandangan yang indah di sekitar lokasi. Candi ini menghadap ke barat.

 

Menikmati Setiap Momen

 

Saat menikmati pemandangan candi sudah seharusnya tidak membandingkan antara candi satu dengan yang lain misalnya candi dawangsari. Karena hal yang lebih penting ketika memutuskan untuk melakukan wisata dengan mengunjungi candi adalah dengan menikmati setiap moment yang ada. Apalagi setiap candi yang ditemukan biasanya memerlukan waktu untuk pemugaran.

 

Ada yang membutuhkan waktu sebentar bahkan ada yang membutuhkan waktu 8 windu. Tergantung tingkat kerusakan maupun kedalaman saat ditemukan. Inilah sebabnya setiap kali berkunjung ke candi-candi yang ada dengan menikmatinya dan memahaminya. Sehingga pada saat Anda mengunjungi Candi Barong maupun candi lain nantinya bisa memberikan pengalaman yang berbeda satu sama lain.