Candi Ijo di Ketinggian 410 mdpl

Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta memang  dikenal dengan tempat wisatanya. Terdiri dari 4 kabupaten dan satu kota dimana setiap kabupaten maupun kota terdapat tempat wisata yang bisa dikunjungi. Kota Yogyakarta dengan Keraton, Malioboro, Beringharjo dan sebagainya. Kabupaten Bantul dengan Hutan Pinus, Pantai Depok dan Parangtritisnya serta tempat lainnya, Kabupaten Kulon Progo dengan Kalibiru, Waduk Sermo dan sebagainya. Lalu Kabupaten Gunungkidul dengan deretan pantai pasir putihnya dan Gunung Api Purba dan lainnya. Nah, Kabupaten Sleman dengan candi-candi megahnya. Dimana setiap candi tersebut  memiliki keunikan masing-masing. Jadi, tempat wisata saja yang sudah Anda kunjungi? Bagaimana dengan Candi Ijo?

 

Mengenal Candi Ijo

 

Candi Ijo berada di Dukuh Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY. Lokasinya tidak jauh dari Tebing Breksi. Dari Tebing Breksi Anda hanya perlu naik lagi sehingga bertemu dengan candi. Candi ini disebut-sebut merupakan candi yang berada di lokasi tertinggi di DIY. Bukan hal mengerankan karena candi ini berada di ketinggian 410 mdpl.

 

Memang membuat cukup terengah-engah untuk sampai di tempat tersebut. Namun pemandangan indah akan menunggu Anda sehingga setiap kelelahan atau kesulitan selama di perjalanan akan terbayar. Sama seperti Tebing Breksi candi ijo entrance fee pada awalnya. Hanya perlu membayar parkir dan memberi tahu petugas setempat. Namun belakangan sudah dikenai tiket masuk, toh hanya Rp 5000.

 

Candi ini berdasarkan arca-arca yang ditemukan dan berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan merupakan candi beraliran Hindu dan diperkirakan dibangun pada 850 – 900 Masehi. Candi ini dikatan dulunya digunakan sebagai area pemujaan. Penelitian pun hingga kini masih dilakukan sehingga informasi masih belum pasti. Area candi cukup luas, terdiri dari 17 struktur bangunan pada sebelas teras berundak.

 

Pada teras teratas atau paling puncak terdapat candi induk dan tiga candi pendamping atau candi perwara yang menghadap ke timur. Di balik candi utama terdapat lingga yoni. Lingga yoni merupakan lambang Dewa Siwa yang menyatu dengan Dewi Parwati. Pada bagian luar Anda bisa melihat relung-relung tempat Arca Agastya Ganesha dan Durga. Selain candi-candi tersebut masih ada puing-puing batuan yang masih disusun ulang.

 

Menikmati Pemandangan dari Ketinggian

 

Biasanya pengunjung lebih suka berada di teras teratas ini. Para pengunjung biasanya tertarik untuk menikmati candi ijo sunset. Apalagi di teras teratas ini selain terdapat candi utama dan tiga candi pendamping, juga dikelilingi rumput hijau yang luas. Jika ingin sekadar duduk-duduk pun sangat mungkin dilakukan.

 

Tetapi tidak sedikit pula yang ingin melihat candi ijo sunrise. Tetapi harus pagi-pagi benar untuk sampai di lokasi. Ada spot favorit di candi ini, tepatnya di tepi candi karena dari atas bisa melihat pemandangan alam di bawah, Gunung Merapi, Gunung Merbabu bahkan jika cuaca cerah bisa juga melihat pesawat yang mendarat di Bandara Adisucipto.

 

Tempat Menyepi

 

Dibandingkan candi-candi lain seperti Candi Sambisari maupun Candi Kalasan Candi Ijo ini bisa dikatakan sebagai tempat yang nyaman untuk menyepi. Jika Anda sedang terlalu banyak pikiran, sumpek dan ingin rehat sejenak dari keramaian maka jangan ragu untuk ke candi ini. Anda bisa memilih waktu pagi hari atau sore hari.

 

Saat pagi, Anda bisa menikmati sunrise, berjalan tanpa alas kaki di rumput yang berembun, menikmati hembusan angin, melihat awan lepas yang ada di depan Anda. Tempat begitu nyaman. Sementara jika sore hari, rumput-rumput masih terasa hangat, bisa duduk-duduk sambil menikmati bekal makanan atau minuman. Anda akan memperoleh pengalaman berbeda.

 

 Cara Menuju ke Candi Ijo

 

Jika Anda berasal dari arah Yogyakarta maka bisa melalui rute Jalan Solo / Jalan Adisucipto kemudian menuju Kalasan lalu Terminal Prambanan belok kanan ketemu Candi Ratu Boko setelah itu Anda belok kiri dan terus ketemu Tebing Breksi dan terus mendaki sampai di kompleks candi.

 

Berhubung tidak ada angkutan umum yang menuju ke lokasi maka Anda harus membawa kendaraan sendiri atau menyewa bisa juga mencoba menggunakan ojek online. Tetapi pastikan kendaraan yang digunakan benar-benar prima sehingga tidak macet di perjalanan menuju Candi Ijo.