Wisata Murah Meriah, Jalan-Jalan Sore di Monumen TNI-AU Ngoto

Di Bantul terdapat beberapa lokasi yang berkaitan dengan perjuangan pada masa kemerdekaan. Bila sedang berwisata di Bantul, sesekali bolehlah mampir sejenak ke tempat- tempat yang memiliki nilai sejarah bagi Bangsa Indonesia. Selain dapat menambah wawasan bagi para pengunjung, datang ke tempat wisata ini juga tak membutuhkan banyak biaya bahkan ada yang gratis. Seperti datang ke Monumen TNI-AU Ngoto berikut ini.

 

Lokasi Monumen TNI AU

 

Monumen TNI AU Ngoto tepatnya berada di Jalan Parangtritis, Ngoto, Bantul, Jogja. Lokasinya berada sejauh 10km dari pusat kota Jogja. Dari kota bisa menuju Jalan Janti menuju Ring Road Timur sampai Jalan Nasional III kemudian ke Ring Road Selatan hingga perempatan kedua belok ke kiri menuju Jalan Imogiri Barat. Ikuti jalan tersebut sampai bertemu dengan Monumen Ngoto. Akses jalanan menuju monumen sudah bagus bisa dijangkau dengan kendaraan umum maupun pribadi.

 

Sejarah Monumen Ngoto

 

Monumen Perjuangan TNI AU dibangun pada tahun 1948 dengan tujuan untuk mengenang peristiwa jatuhnya pesawat Dakota VT-CLA yang membawa bantuan obat-obatan dari Singapura untuk Palang Merah Indonesia ditembak jatuh oleh dua pesawat pemburu milik Belanda. Pada saat itu pesawat yang berisi anggota TNI ini akan mendarat di PU Maguwo namun jatuh di area Ngoto hingga menewaskan seluruh awak pesawat.

 

Lokasi jatuhnya pesawat tersebut kemudian dibangun monument agar para prajurit TNI yang lain meneladani kisah para pejuang yang gugur serta pengorbanan mereka. Berada di Desa Ngoto maka kemudian monumen ini lebih dikenal dengan nama Monumen Ngoto. Seperti Monumen perjuangan yang terletak di Desa Bibis pun disebut dengan Monumen Bibis.

 

Hari ketika pesawat itu ditembak adalah tanggal 29 Juli 1948 yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Bhakti TNI AU. Oleh sebab itu setiap tanggal itulah tiap tahunnya diperingati dengan pelaksaan upacara dan ziarah di monument ini.

 

Mengalami Beberapa Pengembangan

 

Pada awal dibangunnya monument tersebut bentuknya tak seperti sekarang ini. dahulu monument dibangun berbetuk segi enam dengan ujung kerucut memanjang keatas dengan tinggi 4,5 meter. Pada bagian bawah tiang monumen berisi nama- nama pahlawan yang gugur jatuh dalam pesawat Dakota VT- CLA tersebut. Di puncak bangunan terdapat burung garuda dengan sayap terlentang.

 

Pada tahun 1981 terjadi pemugaran untuk memperluas area ziarah dengan memugar pagar bambu yang mengelilingi monument. Selain memperluas area ziarah, pada bagian monument juga dilengkapi dengan prasati kisah penembakan pesawat tersebut. Pagar yang tadinya dari bambu diubah dengan pagar tembok keliling.

 

Pada tahun 2000 perubahan kembali dilakukan dengan memperluas area menjadi 9.473m2. pemugaran kali ini tak hanya memperluas area namun juga mengenovasi tugu, membuat relief, plaza, lapangan upacara, area pemakaman, perkantoran, dan fasilitas umum lainnya. Pada saat itu pula yang tadinya dikenal dengan nama Monumen Ngoto diubah menjadi Monumen Perjuangan TNI AU.

 

Pada tahun 2006 di area ini kembali dilengkapi dengan benda yang mengingatkan pada peristiwa sejarah monumen yaitu dengan menambah replika ekor pesawat Dakota VT-CLA yang jatuh ditembak musuh. Hingga kini replika tersebut merupakan salah satu daya tarik monument ini.

 

Jalan-Jalan Sore

 

Pengunjung yang datang ke monument ini tentu saja memiliki tujuan yang berbeda dengan pengunjung yang datang ke Padepokan seni Bagong Kusudiharjo. Bila di sana pengunjung mungkin bisa belajar tentang seni, maka di monument ini pengunjung belajar tentang sejarah. Dengan datang ke monument ini pengunjung jadi mengerti alasannya mengapa Hari Bhakti TNI AU diperingati setiap tanggal 29 Juli.

 

Monumen ramai dikunjungi masyarakat pada sore hari dengan jam buka Monumen TNI-AU Ngoto setiap harinya. Pasalnya, area yang luas, rindang, dan bersih sangat nyaman untuk sekedar jalan- jalan sore, olah raga lari maupun jogging, dan bermain membawa anak ke taman sembari menikmati suasana sore yang teduh. Banyak anak- anak yang datang bermain dan senang melihat replika pesawat tersebut. Tak lupa mereka pun berfoto- foto dengan background ekor pesawat tersebut. Jadi, jangan ragu lagi untuk datang ke Monumen TNI-AU Ngoto.