Monumen Jenderal Sudirman Pacitan: Sejarah dan Daya Tarik.

Monumen Jenderal Sudirman, juga dikenal sebagai Monumen Panglima Besar Jenderal Soedirman, terletak di Desa Pakis Baru, Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Monumen ini dibangun untuk mengenang perjuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman dalam memimpin gerilya melawan Belanda selama Perang Kemerdekaan Indonesia.
Monumen ini tidak hanya menjadi simbol keberanian dan kepemimpinan Jenderal Soedirman, tetapi juga sebagai pengingat akan semangat juang dan pengorbanan para pahlawan dalam meraih kemerdekaan Indonesia. Terletak di kawasan yang asri, monumen ini juga sering menjadi tujuan wisata sejarah dan pendidikan bagi masyarakat serta pelajar. Tempat wisata edukasi ini menjadi salah satu daya tarik yang ditawarkan dalam paket wisata Pacitan  dari berbagai agen perjalanan wisata.

Sejarah Monumen Jenderal Sudirman

Pada tahun 1948, Belanda melancarkan Agresi Militer II dan berhasil menduduki Yogyakarta, yang saat itu merupakan ibukota Indonesia. Pemerintah Indonesia kemudian memindahkan ibukota ke Bukittinggi, Sumatera Barat. Namun, Panglima Besar Jenderal Soedirman, yang saat itu dalam keadaan sakit tuberkulosis, tidak dapat diikutsertakan dalam evakuasi.
Jenderal Soedirman memutuskan untuk melakukan gerilya di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Selama gerilya, beliau dan pasukannya melewati berbagai medan yang sulit dan terjal, termasuk wilayah Pacitan. Pada tanggal 30 Juli 1949, Jenderal Soedirman singgah di Desa Pakis Baru dan beristirahat di sebuah rumah penduduk. Rumah tersebut kemudian dijadikan sebagai museum untuk mengenang perjuangan beliau.
Monumen Jenderal Sudirman, yang juga dikenal sebagai Monumen Panglima Besar Jenderal Soedirman, dibangun di Desa Pakis Baru, Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Monumen ini didirikan untuk mengenang perjuangan dan kepemimpinan Jenderal Soedirman dalam memimpin gerilya melawan Belanda selama Perang Kemerdekaan Indonesia. Monumen ini menjadi simbol keberanian dan semangat juang Jenderal Soedirman, sekaligus sebagai pengingat akan pengorbanan para pahlawan dalam meraih kemerdekaan Indonesia.
Terletak di kawasan yang asri, monumen ini sering menjadi tujuan wisata sejarah dan pendidikan bagi masyarakat serta pelajar, memperkuat kesadaran akan pentingnya perjuangan kemerdekaan dan menghormati jasa para pahlawan.

Daya Tarik Monumen Jenderal Sudirman

Monumen Jenderal Sudirman di Pacitan menawarkan berbagai daya tarik yang mencerminkan sejarah perjuangan dan kepemimpinan Jenderal Soedirman. Beberapa bagian yang menarik dari monumen ini adalah:
• Patung Jenderal Soedirman
Patung setinggi 12 meter ini terbuat dari perunggu dan menggambarkan Jenderal Soedirman yang sedang menunggangi kuda dan menghadap ke arah barat. Patung ini menjadi simbol keberanian dan kepemimpinan beliau selama masa perjuangan.
• Museum
Museum ini terletak di rumah tempat Jenderal Soedirman singgah pada tanggal 30 Juli 1949. Di dalam museum, terdapat berbagai koleksi benda-benda bersejarah, seperti pakaian, senjata, dan foto-foto yang berkaitan dengan perjuangan Jenderal Soedirman. Museum ini menawarkan wawasan mendalam tentang kehidupan dan perjuangan sang jenderal.
• Relief
Relief yang terbuat dari batu ini menceritakan kisah perjuangan Jenderal Soedirman selama gerilya. Relief tersebut terpasang di sepanjang dinding monumen dan memberikan gambaran visual tentang tantangan dan pengorbanan yang dihadapi oleh beliau dan pasukannya.
• Taman
Monumen ini dikelilingi oleh taman yang luas dan asri. Taman ini merupakan tempat yang ideal untuk bersantai dan menikmati pemandangan alam. Selain menjadi tempat yang menyenangkan untuk berkumpul, taman ini juga memberikan suasana yang damai dan reflektif, sesuai dengan semangat perjuangan yang diabadikan oleh monumen.
Monumen Jenderal Sudirman di Pacitan tidak hanya menjadi tempat untuk mengenang jasa-jasa Jenderal Soedirman, tetapi juga sebagai destinasi wisata yang edukatif dan rekreatif, menarik pengunjung dari berbagai kalangan untuk belajar dan merenungkan nilai-nilai perjuangan dan kepahlawanan.

Lokasi dan Akses Monumen Jenderal Sudirman

Monumen Jenderal Sudirman terletak di Desa Pakis Baru, Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Monumen ini berada sekitar 35 kilometer dari pusat Kota Pacitan. Akses menuju monumen ini cukup mudah dan dapat dicapai dengan beberapa cara:
• Kendaraan Pribadi
Pengunjung dapat menggunakan mobil atau sepeda motor pribadi untuk mencapai monumen. Perjalanan dari pusat Kota Pacitan menuju monumen akan memakan waktu sekitar 1 hingga 1,5 jam, tergantung kondisi lalu lintas dan cuaca. Rute perjalanan ini menawarkan pemandangan alam yang indah dan jalan yang relatif baik.
• Angkutan Umum
Monumen Jenderal Sudirman juga dapat diakses dengan menggunakan angkutan umum. Pengunjung dapat naik bus atau angkutan pedesaan yang menuju ke arah Desa Pakis Baru dari terminal bus di Kota Pacitan. Setelah turun di pemberhentian terdekat, pengunjung dapat melanjutkan perjalanan dengan ojek atau berjalan kaki menuju lokasi monumen.
Lokasi yang strategis dan akses yang cukup mudah membuat Monumen Jenderal Sudirman menjadi destinasi yang menarik untuk dikunjungi. Selain menawarkan nilai sejarah yang tinggi, perjalanan menuju monumen ini juga memberikan pengalaman menikmati keindahan alam Jawa Timur.

Jam Buka dan Tiket Masuk Monumen Jenderal Sudirman

Monumen Jenderal Sudirman buka setiap hari dari pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB. Dengan jam operasional yang luas, pengunjung memiliki banyak waktu untuk menikmati semua yang ditawarkan oleh monumen ini.
Tiket Masuk:
• Harga tiket masuk ke monumen ini adalah Rp. 5.000 per orang.
Biaya masuk yang terjangkau dan jam operasional yang fleksibel membuat Monumen Jenderal Sudirman menjadi destinasi wisata sejarah yang mudah diakses oleh berbagai kalangan masyarakat, baik lokal maupun wisatawan dari luar daerah.

Fasilitas Monumen Jenderal Sudirman

Monumen Jenderal Sudirman dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk kenyamanan pengunjung, antara lain:
• Toilet
Toilet tersedia di beberapa tempat di area monumen, memudahkan pengunjung untuk memenuhi kebutuhan pribadi selama berada di lokasi.
• Area Parkir
Area parkir yang luas tersedia untuk pengunjung yang membawa kendaraan pribadi, baik mobil maupun sepeda motor. Area parkir ini memastikan kendaraan pengunjung aman dan mudah diakses.
• Warung Makan
Di sekitar monumen terdapat beberapa warung makan yang menjual makanan dan minuman. Pengunjung dapat menikmati berbagai pilihan makanan lokal setelah menjelajahi monumen.
• Toko Souvenir
Toko souvenir yang menjual berbagai macam cenderamata yang berkaitan dengan monumen dan Jenderal Soedirman. Pengunjung dapat membeli oleh-oleh berupa miniatur patung, kaos, atau barang-barang lain sebagai kenang-kenangan dari kunjungan mereka.
Dengan berbagai fasilitas ini, Monumen Jenderal Sudirman tidak hanya menjadi tempat wisata sejarah, tetapi juga destinasi yang nyaman dan menyenangkan untuk dikunjungi oleh berbagai kalangan.
Monumen Jenderal Sudirman di Pacitan merupakan tempat yang penting untuk dikunjungi bagi siapa saja yang ingin mempelajari sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Monumen ini juga merupakan tempat yang ideal untuk mengenang jasa-jasa Panglima Besar Jenderal Soedirman dalam memimpin perjuangan kemerdekaan.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Back to Top
WA
Email