Koleksi Paling Bersejarah di Museum Sejarah Purbakala Pleret

Pesona Yogya memang seakan tiada habisnya.Keanekaragaman jenis wisatanya membuat kota ini selalu ramai dan padat pengunjung di hari biasa terlebih di hari libur. Daya tarik wisata pantai, wisata kuliner, wisata edukatif, dan wisata budaya adalah hal yang dapat dilakukan ketika berada di Yogya. Bagi penggemar wisata budaya tentunya banyak sekali destinasi untuk dikunjungi seperti candi, situs, keraton, cagar budaya, mudeum, dll. Salah satu yang wajib dikunjungi ketika berada di kawasan Bantul adalah Museum Sejarah Purbakala Pleret.

 

Mengenal Museum Sejarah Purbakala Pleret

 

Yogyakarta memiliki keistimewaan yang lekat dengan sejarah sebagai wilayah peninggalan kerajaan. Beberapa kerajaan yang telah diketahui pernah berada di area Yogya antara lain Kerajaan Mataram, Kerajaan Kerto, dan Kerajaan Pleret. Banyak peninggalan berupa situs dan candi yang ditemukan tersebar di wilayah Yogya yang dilestarikan dan menjadi objek wisata budaya dan sejarah.

 

Sejarah singkat Museum Sejarah Purbakala Pleret Park adalah merupakan tempat yang disinyalir merupakan salah satu kawasan dimana dahulu berdiri Kerajaan Pleret dengan ditemukannya banyak peninggalan kerajaan di sekitar kawasan museum namun sebagian besar situs kerajaan masih tertutup dalam tanah. Museum ini dibangun pada tahun 2004 dengan pembangunan tiga tahap pada tahun 2007 dan 2009 hingga dibuka pada tahun 2014. Sekarang luas area museum purbakala jogja ini mencapai 2.500m2 dikelola oleh Dinas Kebudayaan Provinsi DIY.

 

Museum Pleret terdiri tiga bagunan utama, bangunan bagian barat museum berisi koleksi cagar budaya yang sudah teridentifikasi oleh Badan Pelestarian Cagar Budaya dan Dinas Kebudayaan DIY. Pada bagian tengah bangunan berfungsi untuk kantor museum dan penyimpanan benda cagar budaya yang masih dalam proses identifikasi. Bagian depan terdapat gazebo, situs Sumur Gumuling, dan area parkir.

 

Lokasi Museum Pleret

 

Museum Sejarah Purbakala Pleret berada di Dusun Kedaton, Desa Pleret, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul. Jarak museum ini dari pusat Kota Yogya sekitar 13.5 km dengan waktu tempuh selama 35 menit. Akses  jalanan menuju lokasi sudah sangat bagus.

 

Keunikan Museum Sejarah Purbakala Pleret

 

Pesona yang ditawarkan Museum Purbakala Pleret adalah mengenal sejarah tentang kerajaan Pleret, Kerto, dan Mataram Islam yang ada di Pleret dengan melihat peninggalannya. Pengunjung dapat melihat koleksi Museum Purbakala Pleret dan situs yang berada di kawasan museum. Beberapa yang menjadi highlight di museum ini antara lain situs Masjid Agung Kauman Pleret, Sumur Gumuling, Umpak Keraton Kerto, Randu alas raksasa, Arca Jambala, dan Arca Ganesha.

 

Sumur Gumuling adalah sumber mata air di Keraton Pleret yang posisinya berada di bagian utara museum, konon air sumur ini digunakan untuk prosesi pencucian pusaka Keraton Yogya (jamasan). Umpak Keraton Kerto adalah berupa pondasi dari batu andesit yang berada di landasan tiang pada bangunan jawa tradisional. Masjid Agung Kauman berada di sekitar 500meter dari museum adalah masjid pada jaman Kerajaan Mataram Islam. Kemudian kedua arca meruapakn symbol kemakmuran dan ilmu kebijaksanaan yang dipengaruhi oleh budaya Hindu dan Budha.

 

Selain melihat situs-situs yang menjadi andalan museum pengunjung juga dapat melihat benda koleksi cagar budaya yang lain seperti mata uang Cina, genda pendeta, talam, fragmen cepuk, beliung, bokor, batu, batu putih pipih, entong, pipisan, gandik, dll. Selain melihat koleksi kebendaan, pengunjung dapat melihat peta lokasi perkiraan wilayah Kerajaan Mataram Pleret pada jaman dahulu beseta silsilah raja- raja pada masa pemerintahannya. Yang terakhir, pengunjung dapat melihat film tentang sejarah Kerajaan Pleret di ruang audio visual yang ada di museum.

 

Fasilitas Museum Purbakala Pleret

 

Museum Sejarah Purbakala Pleret sudah memiliki kelengkapan fasilitas yang baik untuk menunjang kenyamanan para pengunjung museum. Beberapa diantaranya adalah area parkir yang luas, toilet, mushola, ruang audio visual, dan jelajah situs Kerajaan Pleret. Tiket masuk ke museumnya tidak dikenakan biaya alias free. Museum ini buka setiap hari dengan waktu kunjungan sesuai dengan jam kerja yaitu jam 08.00- 16.00.

 

Masih ingin berwisata sembari mengeksplore nilai sejarah dan pengetahuan? Maka pengunjung harus datang ke Pendhapa Art Space, Museum HM Soeharto, dan Parangtritis Geomaritime Science.