Belajar Mencintai Laut dengan Berkunjung ke Museum Bahari

Berwisata tak melulu harus ke tempat- tempat hits dan kekinian. Terkadang perlu juga mengunjungi tempat yang menyimpan banyak kenanagan bersejarah mengenai suatu peristiwa pada masa lampau. Dengan begitu, wisatawan akan memperoleh wawasan yang lebih luas dan bersyukur karena hidup pada jaman yang sudah lebih canggih dan modern dengan segala kemudahan akses.

 

Sejarah Museum Bahari

 

Indonesia yang merupakan negara kepulauan memiliki wilayah perairan laus yang sangat luas dan berpotensial tinggi. Namun hal itu kerap kali tak disadari oleh penduduknya terlebih generasi muda yang cenderung berperan sangat pasif untuk kemajuan kelautan. Bahkan untuk gerakan makan ikan saja, harus digalakkan oleh menteri karena rendahnya serapan hasil laut yang dikonsumsi oleh penduduk lokal. Padahal hasil laut Indonesia sangatlah beragam dan berlimpah sampai banyak pihak asing yang mencuri bahkan ingin menguasai perairan Indonesia.

 

Untuk itulah pada tahun 2009 Laksamana Madya TNI Didik Heru Purnomo mendirikan sebuah tempat bernama Museum Bahari untuk memperkenalkan benda-benda koleksi yang berhubungan dengan kelautan. Dengan slogan Kenali Bahari Indonesia Lebih Dekat yang menjadi identitas Museum Bahari Yogyakarta.

 

Seperti Museum HM Soeharto yang didirikan untuk mengenang dan mengenal lebih dekat tentang sosok berpengaruh Soeharto di Indonesia. demikian pula Museum Bahari didirikan bertujuan agar masyarakat luas terbuka wawasan dan pengetahuannya tentang tentang kelautan. Harapannya nantinya generasi penerus bangsa ini akan lebih bisa mencintai sumber daya yang sangat potensial ini sehingga bisa memanfaatkan sumber dayanya dengan baik dan penuh tanggung jawab.

 

Koleksi Museum Bahari

 

Koleksi yang ada di museum ini tidak sama dengan yang dimiliki oleh Parangtritis geomaritime science park. Meskipun memiliki nama yang mengandung unsur tentang kemaritiman yang sama, namun Geomaritime Science Park lebih mengenalkan tentang teknologi dengan pemanfatan sumber daya kelautan. Sedangkan Museum Bahari lebih berupa penyimpanan benda- benda sejarah yang berkaitan dengan kelautan.

 

Koleksi tersebut berasal dari berbagai sumber, ada yang merupakan koleksi pribadi sang pendiri museum, ada yang merupakan buah tangan dari rekan dari luar negara hingga pemberian rekan- rekan yang ada di wilayah kerja TNI. Koleksinya bisa dibilang lumayan lengkap seperti senjata meriam, bom atau ranjau laut, torpedo, radar, kompas magnet, kemudi kapal, berbagai miniature kapal perang, peralatan TNI, dan masih banyak lagi.

 

Berada di Museum

 

Aktivitas yang dapat dilakukan di museum Bahari tak hanya sebatas melihat- lihat koleksi museum. Pengunjung setelah selesai melihat koleksi dapat menikmati sajian film documenter di ruang audiovisual yang tersedia. Film yang diputar bercerita mengenai dunia kelautan Indonesia dari masa ke masa, dan juga harapan perkembangan kelautan Indonesia di masa mendatang.

 

Kedepannya di area museum ini akan lebih menarik degan adanya penginapan yang dibangun di area museum. Sehingga pengunjung dapat menghabiskan malam di hotel yang mungkin akan bertema serasi degan museum bahari.

 

Kelengkapan Fasilitas

 

Seperti Pendhapa Art Space yang sudah didesain dengan berbagai fasilitias untuk menunjang para wisatawan, demikian pula dengan Museum Bahari. Di museum ini pengunjung akan merasa nyaman karena telah disediakan berbagai fasilitas seperti toko souvenir, mushola, hotel, toilet, dan areal parkir yang luas. Tak ketinggalan ruang audiovisual danruang galleri yang merupakan bagian utama museum.

 

Jam operasional Museum Bahari adalah setiap hari Selasa- Minggu pada pukul 08.30- 16.00 dengan harga tiket masuk museum bahari Yogyakarta yang masih sangat terjangkau yaitu Rp. 2.000,00. Bayangkan, hanya degan biaya sebesar itu pengungjung sudah dapat menikmati fasilitas audiovisual dan menambah pengetahuan yang sangat bermanfaat.

 

Lokasi Museum Bahari

 

Museum ini tepatnya berada di Jalan RE Martadinata No. 69 Wirobrajan Yogyakarta. Lokasinya masih tergolong masuk dalam pusat kota. Mungkin hanya diperlukan waktu sekitar 15 menit dari Tugu Jogja untuk mencapainya. Pengunjung dapat menjangkaunya dengan kendaraan umum maupun pribadi. Tentunya akses jalan menuju museum sudah sangat baik, bila masih menemui kesulitan pengunjung bisa mengandalkan bantuan GoogleMaps. Jadi, jangan ragu lagi untuk datang ke Museum Bahari bersama keluarga di akhir pekan.