Goa Langse Tawarkan Wisata Unik

Tiap wisatawan memiliki ketertarikan pada jenis wisata yang berbeda. Ada yang menyukai wisata alam, wisata adventure, wisata kuliner, wisata sejarah, atau wisata rohani. Wisata alam pun macam- macam, ada wisata pantai, wisata pegunungan, wisata sungai, dan wisata goa. Banyaknya jumlah goa di Gunungkidul dapat dijadikan objek wisata pilihan. Sebut saja Goa Kalisuci, Goa Gelatik, Goa Bribing, Goa Cokakan, Goa Paesan, dan Goa Langse Bantul. Pengunjung yang datang ke goa- goa tersebut memiliki tujuan yang beragam, ada yang sekedar ingin tahu tentang goa, ada yang ingin merasakan sensasi caving, ada pula yang ingin melakukan kegiatan rohani.

 

Mengenal Goa Langse

 

Beberapa tempat yang terletak di pegunungan kadang dipercaya memiliki aura yang magis dengan suasana hening, sunyi, dan gelap. Didukung dengan kesunyian tersebut tempat- tempat ini sering digunakan untuk menepi dan bertapa atau lelaku. Demikian pula dengan goa yang banyak terdapat di ketinggian.Salah satunya Goa Langse yang berada di tebing Parangtritis ini.

 

Goa Langse dipercaya oleh penduduk setempat merupakan bekas tempat pertapaan beberapa tokoh seperti Panembahan Senopati, Sunan Kalijogo, Syekh Siti Jenar, dan Syekh Maulana Maghribi. Tempat ini pula konon sering didatangi oleh Raja Mataram untuk bertemu Ratu Kidul. Berdasarkan kepercayaan itulah hingga kini Goa Langse banyak dikunjungi para pendatang untuk menepi dengan berdoa kepada Tuhan untuk hajat yang dimilikinya. Pengunjung akan lebih banyak pada hari tertentu seperti Jumat Kliwon atau Selasa.

 

Sebelumnya medan menuju Goa Langse cukup berat, pengunjung harus menjangkaunya dengan merayap di dinding tebing yang tingginya 400 meter dari permukaan tanah dengan bawah tebing adalah laut selatan yang berbatu karang. Namun kini akses menuju mulut goa sudah diperbaiki dengan anak tangga berupa beton.

 

Lokasi Gua Langse

 

Goa Langse berada didi Desa Girirejo, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunung Kidul.Dari pusat Kota Yogya pengunjung dapat melalui rute jalan menuju Pantai Parangtritis.Ketika sampai di Parangtritis akanada jalan aspal hingga ke perbukitan menuju Landas Paralayang, ikuti sampai naik, goa berada di kawasan tersebut. Pengunjung sebaiknya parkir di area ini, bila kondisi kendaraan tidak memungkinkan karena medan selanjutnya cukup sulit.

 

Kelebihan Goa Langse

 

Goa Langse menawarkan pesona wisata rohani bagi para pemburu spiritualisme.Rata- rata yang berkunjung ke goa ini bertujuan untuk menepi sambil berdoa memohon hajat yang diinginkan kepada Tuhan.Di kedatangan pengunjung terlebih dahulu mengisi buku tamu dan membayar donasi untuk perawatan goa.Kemudian untuk menuju goa pengunjung harus berjalan kaki melewati sebuah kebun sejauh 750 meter.

 

Keadaan mulut goa lembap namun cukup besar hingga cukup mendapat cahaya matahari.Kedalaman goa berkisar antara 100 hingga 200 meter.Terdapat bilik mandi dengan air yang berasal dari sumber mata air yang keluar dari goa.Setelah mandi pengunjung boleh bersemedi.Di dalam goa terdapat dua tempat untuk melakukan semedi dengan bau wangi dupa sebagai keperluan ritual di Goa Langse.Tidak terdapat penerangan apapun ketika di dalam.

 

Bagi pengunjung yang belum terbiasa bisa melakukan semedi di luar dekat dengan mulut goa.Suasana hening dan hantaman ombak pantai selatan menemani para pelaku semedi ini.Bagi pengunjung yang hanya ingin melihat keindahan goa pun dipersilakan.Karateristik goa yang indah dengan stalagtit dan stalagmit yang berkilauan diterpa cahaya matahari merupakan keindahan yang patut dikagumi.

 

Menurut juru kunci Goa Langse, pelaku semedi ketika berada di dalam goa harus menaati peraturan yang berlaku yaitu tidak boleh berbicara, tidak boleh menyalakan cahaya, dan tidak boleh memfoto keadaan goa.Pengunjung ini biasanya bersemedi dengan durasi yang berbeda sesuai kebutuhan dan kemampuan mereka, ada yang tiga hari bahkan sampai dua bulan.

 

Fasilitas Goa Langse

 

Sebagai tempat pertapaan fasilitas yang ada di Goa Langse tidak begitu diutamakan.Namun disana terdapat bangunan semacam pondokan yang dibuat oleh sebuah kelompok kepercayaan.Bila pengunjung ingin membutuhkan makan atau minum bisa membelinya kepada juru kunci yang sekaligus berjualan di lokasi tersebut.