Embung Nglanggeran

Bila mengunjungi daerah Patuk Gunungkidul, nama gunung api purba sudah tak asing lagi bagi warga sekitar.  Wisata Gunung Api Purba Nglanggeran memiliki kawasan yang luas mencakup beberapa jenis tempat wisata yang ada di sekitarnya antara lain Puncak Gunung Api Purba, Desa Wisata Nglanggeran, dan Embung Nglanggeran. Dalam sekali kunjungan, wisatawan dapat menjangkau seluruh objek wisata di kawasan gunung api ini, bahkan bila ingin tinggal lebih lama untuk menikmati suasana yang hening di sana sudah disediakan fasilitas home stay.

 

Mengenal Embung Nglanggeran

Embung dalam bahasa jawa berarti telaga buatan untuk menampung air. Sejarah Embung Nglanggeran sebenarnya adalah tampungan air dengan luas 0.34Ha yang dibuat untuk mengairi kebuh buah seluas 20 Ha di kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran. Embung ini diresmikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X pada tahun 2013.Dengan seiring perkembangan waktu, kini embung ini menjadi salah satu objek wisata yang di tawarkan dalam paket wisata Jogja murah oleh para agen wisata.

 

Tak semacam waduk atau embung lain yang lokasinya di dataran rendah, daya tarik Embung Nglanggeran ini terletak pada posisinya yang berada pada bukit di ketinggian gunung api. Tak heran tempat ini ramai dikunjungi wisatawan karena  pesona pemandangan air yang hijau dengan background pegunungan dan memiliki udara yang sejuk.

 

Lokasi embung terletak pada ketinggian di Gunung Api Purba, maka harus mendaki anak tangga yang sudah disediakan untuk sampai di atas. Namun usaha tersebut pasti terbayar begitu sampai di lokasi ketika melihat begitu eloknya pemandangan sambil beristirahat di gazebo yang telah disediakan di pinggir embung.

 

Lokasi Embung Nglanggeran

Embung Nglanggeran terletak di satu lokasi dengan Gunung Api Purba hanya berjarak 1,5km dari pintu masuk kawasan ini. Adapun secara wilayah embung ini berlokasi di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul. Dari Yogyakarta dapat ditempuh melalui jalan Bukit Bintang Patuk menuju Desa Ngoro- Oro kemudian ke Desa Nglanggeran. Sayangnya objek wisata ini belum dapat dijangkau oleh kendaraan umum sehingga harus dijangkau menggunakan kendaraan pribadi atau sewa.

 

Bila pengunjung memulai perjalanan dari Wonosari Rute Embung Nglanggeran Gunung kiduldapat dijangkau melalui Bunderan Sambipitu melewati Desa Bobung menuju Desa Nglanggeran.

 

Kelebihan Embung Nglanggeran

Untuk merasakn pesona Embung Nglanggeran dapat dikunjungi pada waktu pagi ataupun siang menuju sore hari. Pada waktu pagi sebaiknya datang sebelum matahari terbit, bila pengunjung sudah sampai di lokasi embung masih pagi buta maka akan menikmati sunrise yang menghangat seiring hilangnya kabut pagi. Sedangkan bila siang menuju sore maka pengunjung dapat menikmati sunset yang cahanya menghiasi permukaan air embung.

 

Selamamenikmati keindahan pemandangan pengunjung dilarang untuk membuang sampah di embung ataupun memancing terlebih berenang. Maka hal yang dilakukan adalah berfoto ria dengan background pemandangan embung dan gunung api purba, suatu hal yang wajib dilakukan ketika menunjungi tempat wisata.

 

Wisatawan biasanya betah berada di sekitar embung hanya untuk menikmati suasana syahdu dan hening khas pegunungan. Tentunya akan lebih lengkap bila menikmati suasa dengan ditemani penganan dan minuman hangat.

 

Setelah puas melihat embung, pengunjung dapat menjelajah objek wisata di sebelahnya sepeti mendaki Gunung Api Purba Nglanggeran serta melihat suasana khas pedesaan di Desa Wisata Nglanggeran. Bahkan di kawasan ini pengunjung dapat menikmati sajian kesenian tradisional seperti reog, jathilan, dan karawitan.

 

Fasilitas Embung Nglanggeran

Sebagai bagian dari Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran, tentunya di kawasan ini sudah tersedia fasilitas lengkap untuk menunjang kenyamanan para pengunjung. Diantaranya adalah tersedianya pusat informasi bagi pengunjung yang belum mengenal letak objek- objek di kawasan ini, mushola, toilet, dan tempat jajanan.

 

Sementara tiket masuk Embung Nglanggeran masih sangat terjangkau bagi para wisatawan yaitu hanya sebesar Rp 12.000,00 sudah termasuk dengan biaya parkir. Lahan parkir yang tersedia cukup luas namun perlu waspada karena jalanannya masih belum begitu bagus.

 

Bila  Anda adalah wisatawan yang menyukai nuansa hijau-hijau, asri dan alama maka Embung Nglanggeran ini dapat dijadikan referensi selain Green Village Gedangsari yang terdapat di perbatasan Klaten.