Mengintip Pengrajin Bambu di Desa Wisata Sendari

Kerajinan bambu termasuk salah satu jenis kerajinan yang memerlukan ketelitian dalam pembuatannya. Menghaluskan setiap sisinya agar tidak melukai ketika dipegang atau digunakan. Jenis-jenis kerajinan bambu pun beranekaragam. Misalnya meja, kursi, tempat tidur dan lainnya. Kerajinan bambu biasanya memberikan kesan klasik. Tidak sedikit restoran atau kafe yang menggunakan bambu sebagai desain interior. Warna-warna klasik bambu yang dipelitur memberikan kesan klasik dan menarik. Bambu yang digunakan pun tidak sembarangan. Selain itu dalam pembuatannya memerlukan teknik khusus. Tidak setiap orang bisa membuatnya. Hanya orang-orang yang memang menyukai dan memiliki passion saja yang mampu menghasilkan karya berkualitas. Sebut saja Desa Wisata Sendari.

 

Selintas tentang Desa Wisata Sendari

 

Desa Wisata Sendari menjadi Sentra Mebel Bambu Sleman secara turun temurun. Desa ini sejak dulu banyak terdapat bambu, itulah mengapa warga desa memanfaatkannya. Dulunya hampir semua warga desa berprofesi sebagai pengrajin bambu. Namun saat ini seiring bertambahnya jumlah penduduk, lahan semakin berkurang begitu pula dengan tanaman bambu.

 

Bambu-bambu semakin terbatas, begitu pula dengan modal usaha akhirnya hanya tinggal beberapa keluarga saja yang mempertahankan profesi ini. Apalagi peminat kerajinan bambu saat ini lebih spesifik. Kalau zaman dahulu, kursi-kursi bambu banyak digunakan.

 

Sedangkan saat ini kursi bambu bersaing dengan kursi plastik yang lebih terjangkau harganya. Biasanya hanya orang-orang tertentu yang menyukai kursi bambu. Umumnya orang-orang yang menyukai barang klasik, unik dan tidak suka hal-hal pasaran.

 

Tembus Ekspor

 

Sebagai pusat kerajinan bambu Sleman, Desa Sendari memang tidak mengecewakan. Hasil kerajinan desa tersebut telah tembus ekspor. Beberapa negara tujuan ekspor kerajinan bambu diantaranya adalah Amerika, Belanda, Italia, Perancis, Arab Saudi dan Jepang. Upaya pun terus dilakukan untuk bisa menembus pasar Asia – Afrika lebih luas lagi.

 

Para pengrajin semakin meningkatkan inovasinya dalam pembuatan kerajinan bambu yang ditekuni. Mulai dari mebel indoor, sekat ruangan, lampu hias, gazebo dan sebagainya. Pada beberapa kesempatan memang pangsa pasar dalam negeri cenderung biasa saja namun untuk pasar luar negeri, permintaan jauh lebih besar.

 

Seperti kerajinan tenun yang berasal dari Desa Wisata Sangubanyu ini meskipun kerajinan masih digemari namun tetap memerlukan banyak pengembangan. Hal ini demi masa depan dari kerajinan bambu tersebut dan juga warga. Teknik pemasaran perlu ditingkatkan sehingga para pengrajin jauh lebih semangat dalam membuat kerajianan tersebut.

 

Jika semakin banyak pesanan tentu para pengrajin semakin sibuk. Hal ini tentu akan meningkatkan pula hasil pendapatan. Ketika pendapatan membaik, anak muda pun tentu tidak segan belajar membuat kerajinan bambu. Akhirnya regenerasi pembuatan kerajinan bambu tetap berjalan dan masa depan kerajinan bambu tetap terpelihara.

 

Bahan Baku dari Berbagai Daerah

 

Meskipun hadir sebagai desa wisata kerajinan khususnya bambu namun produksi bambu semakin berkurang karena lahan pun makin berkurang. Namun bukan berarti usaha pembuatan kerajinan bambu pun berhenti. Bambu-bambu yang digunakan tidak hanya berasal dari Jogya namun juga berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Daerah-daerah tersebut diantaranya Wonogiri, Klaten, Magelang dan daerah lain.

 

Bambu-bambu yang digunakan pun berbeda-beda. Namun sebagian besar konsumen biasanya memilih mebel yang terbuat dari bambu wulung. Pasar kerajinan bambu memang lebih menyukai kerajinan yang terbuat dari bambu wulung. Bambu-bambu lain yang digunakan adalah petung, apus dan bambu tutul. Tentu saja harga kerajinan itu pun berbeda-beda. Jenis bambu pun sangat mempengaruhi harga. Begitu pula dengan ukuran, model maupun tingkat kerumitannya.

 

Potensi Wisata

Melalui desa wisata ini pun pengunjung pun akan lebih menghargai bagaimana pembuatan mebel dari bambu maupun kerajinan bambu lain. Keberadaan desa wisata seperti desa wisata samba dan Desa Wisata Srowolan memberikan akses terbuka bagi para pengunjung.

 

Para pengunjung tidak hanya menikmati pemandangan alam saja. Para pengunjung juga bisa mencoba potensi lain dari desa ini yaitu pembuatan emping melinjo. Sedangkan untuk atraksi budaya yang bisa dilihat di tempat ini biasanya jathilan dan karawitan serta musik islami. Bonus lain tentu saja mengenal para pengrajin bambu dan mendengarkan kisah mereka tentang Desa Wisata Sendari.

 

Alamat: Jl. Cebongan No. 15, Mlati, Tirtoadi, Sleman, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55287
No Telp: 0818-0407-0209