Petualangan di Desa Wisata Candi Abang

Bagi penggemar wisata budaya atau mengunjungi bangunan-bangunan bersejarah keberadaan candi atau gua menjadi daya tarik yang semakin membuat penasaran. Apalagi jika digabung dengan potensi desa wisata. Tinggal di pedesaan menikmati alam sekitar dengan petualangan untuk menemukan candi atau gua. Ditambah dengan berbagai fasilitas maupun keunikan lainnya. Wisata tidak hanya untuk liburan atau mencari kesenangan semata. Ada kalanya ingin menikmati ketenangan, melepas ketegangan, melakukan banyak aktifitas yang benar-benar berbeda dengan keseharian. Berinteraksi dengan warga sekitar menambah kesenangan yang ada. Semua bisa anda temukan di desa wisata Candi Abang.

 

Sekilas Desa Wisata Candi Abang

 

Desa wisata Candi Abang merupakan sebuah desa dimana Anda bisa menemukan Candi Abang di sana, tepatnya berada di Dusun Sentonorejo, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Alam perbukitan yang ada memberikan pemandangan yang epik. Ditambah dengan pertanian maupun perkebunan yang ada. Anda bisa menemukan Candi Abang yang berada di puncak bukit yang berada di pinggir jalan desa.

 

Setidaknya 1,5 km sebelah barat jalan raya Jogja – Piyungan. Candi tersebut berukuran 36 x 34 meter. Selain candi, Anda juga bisa menemukan Goa Sentana atau Sentono, Goa Jepang dan Goa Suru. Apalagi harga tiket masuk desa wisata candi abang juga cukup terjangkau.

 

Sejarah Candi Abang

 

Candi yang memiliki bentuk seperti piramida ini di bagian tengahnya terdapat sumur. Saat menelusuri candi tersebut akan menemukan tangga masuk yang terbuat dari batu putih atau gamping. Ada pulaa batu andesit yang masih belum diketaui kegunaannya. Berdasarkan asal usul desa wisata candi abang dikatakan bahwa Candi Abang tidak seperti candi-candi lain yang biasa ditemui.

 

Candi Abang tidak terbuat dari batu andesit berwarna hitam namun dari batu bata merah yang disusun sedemikian rupa seperti bangunan candi di Mojokerto. Inilah mengapa candi ini disebut Candi Abang, abang artinya merah. Selain itu Anda juga tidak akan menemukan relief  di candi abang. Anda akan menemukan gundukan tanah seperti bukit teletubbies. Berdasarkan sejarah desa wisata candi abang disebutkan bahwa candi tersebut  dibangun sekitar abad ke-9 dan ke-10 zaman Kerajaan Mataram Kuno.

 

Goa Jepang Jogotirto dan Goa Sentono

 

Ketika mengunjungi sebuah desa wisata pasti memiliki tempat-tempat favorit misalnya di desa wisata peting sari. Sedangkan di Desa Wisata Candi Abang sendiri, Anda tidak hanya bisa mengunjungi Candi Abang semata namun juga Goa Jepang Jogotirto dan Goa Sentono.

 

Goa Jogotirto merupakan goa peninggalan Jepang yang dibuat sebelum 1945 dan masih belum diketahui fungsi dari goa tersebut. Lokasinya pun tidak jauh dari pemukiman warga sehingga tidak perlu khawatir akan tersesat. Apalagi petunjuk arahnya juga jelas dan mudah dimengerti.

 

Sedangkan Goa Sentono bisa ditemukan tidak jauh dari Candi Abang maupun Goa Jepang dan untuk menuju lokasinya pun sangat mudah karena petunjuk arah yang tersedia juga cukup jelas. Goa ini disebut-sebut terbuat dari batu alam sebagai lokasi pertapaan umat Hindu. Anda bisa menemukan relief pada dinding goa. Dikatakan juga, goa ini dibuat sekitar abad 9 dan 10 pada masa Kerajaan Mataram Kuno.

 

Saat menelusuri goa tersebut akan menemukan tiga ceruk dimana ceruk pertama berisi lingga yoni dengan dinding goa terpahat dewa-dewa umat Hindu yaitu Durga dan Agastya. Lalu pada ceruk kedua berisi lingga yoni dan tiga arca relief Trimurti. Kemudian ceruk ketiga berupa lubang pembakaran. Konon digunakan sebagai tempat untuk persembahan atau ibadah. Keunikan ini tentu tidak bisa ditemukan di  desa wisata nganggring yang memiliki keunikan sendiri.

 

Waktu yang tepat untuk Berkunjung

 

Anda selalu bisa berkunjung ke desa wisata ngamboh kapan saja sesuai waktu luang yang dimiliki. Begitu pula saat akan mengunjungi desa dimana Candi Abang ditemukan. Namun lebih baik saat dimana Anda akan menemukan view yang sempurna dengan padang rumput hijaunya membuat candi benar-benar seperti bukit Telletubies.

 

Waktu yang tepat tentu saja saat musim penghujan dimana rumput-rumput pasti tumbuh subur. Menunggu matahari terbit  atau terbenam tentu semakin menambah pemandangan makin sempurna. Namun musim penghujan tentu tidak bisa ditebak kapan matahari menampakkan sinar cerahnya di tengah langit biru. Menginap di Desa Wisata Candi Abang adalah solusi paling tepat apalagi ada banyak penginapan di sini.