Mengintip Kehidupan Maestro Seni Lukis di Museum Affandi

Bagi penggemar lukisan menikmati karya pelukis favorit sudah memberikan kebahagiaan tersendiri. Apalagi jika tidak hanya sekedar penikmat lukisan saja tetapi juga bisa melukis. Setiap detail lukisan yang ada mampu mengisi ruang kagum di dalam hati. Tidak sedikit yang mampu memercik mimpi agar bisa bertemu orang yang dikagumi atau sekedar memilik lukisan karya mereka kemudian bisa dipajang di dalam rumah mereka. Beruntung saat ini ada banyak galeri lukisan karya maestro lukisan legendari yang dibuka untuk umum. Apakah Anda termasuk penggemar lukisan atau karya seni? Jika iya, anda bisa mengunjungi museum Affandi.

 

Sekilas tentang Museum Affandi

 

Museum Affandi terletak di tepi bagian barat Sungai Gajah Wong tepatnya di Jalan Raya Yogyakarta – Solo. Ada papan penunjuk arah museum di tepi jalan sehingga mudah ditemukan. Sebagian kecil luar museum pun bisa terlihat dari tepi jalan. Bisa dikatakan museum tersebut merupakan bagian dari kehidupan maestro seni lukis Affandi. Affandi berkarya, menyalurkan ilmunya dan tinggal di rumah abadinya di tepi sungai Gajah Wong tersebut.

 

Mengunjungi museum tersebut bisa menjadi kesempatan bagi Anda untuk mengetahui bagaimana sejarah museum affandi termasuk bagaimana perjalanan beliau sebagai pelukis. Karena selama berada di sini Anda tidak hanya bisa melihat karya-karya sang maestro tetapi juga karya pelukis lain yang disimpan. Selain itu bisa juga melihat alat transportasi yang pernah dipakai dan rumah yang pernah ditinggali serta sebuah sanggar lukis untuk anak-anak.

 

Mengintip Isi Galeri I

 

Ketika Anda memasuki museum ada tiga galeri yang perlu dimasuki. Galeri I merupakan tempat dimana Anda bisa memperoleh tiket dan bagian pertama atau permulaan tour museum. Anda jangan khawatir karena harga tiket masuk museum affandi yang ada sesuai dengan pengetahuan dan kepuasan yang diperoleh selama berada di museum. Galeri pertama dibuka Affandi pada 1962  dan diresmikan pada 1974.

 

Anda bisa melihat lukisan Affandi sejak awal berkarya hingga akhir hidupnya di galeri ini. Sebagian besar lukisan berupa sketsa dan karya reproduksi. Ditempatkan dalam dua larik atas-bawah dan memenuhi sepanjang ruangan yang lengkung tersebut. Selain lukisan Anda juga bisa melihat kendaraan yang pernah digunakan Affandi yaitu sepeda onthel kuno yang nampak mengkilat terawat. Ada pula Colt Gallan 1976 berwarna kuning kehijauan. Uniknya mobil ini dimodifikasi berbentuk ikan. Ada pula reproduksi patung dirinya bersama Kartika, putrinya.

 

Menuju Galeri II

 

Jika di museum Ullen Sentalu Anda bisa melihat lukisan bersejarah keluarga kerajaan maka di Galeri II museum Affandi Anda bisa melihat lukisan karya pelukis lain baik pemula maupun senior. Galeri ini diresmikan pada 1988 dan terdiri dari dua lantai. Lukisan-lukisan tersebut bisa dinikmati dari sudut pandang yang berbeda. Penggemar lukisan abstrak perlu melihat lukisan yang ada di lantai pertama sedangkan penggemar lukisan realis bisa menuju ke lantai dua.

 

Isi Galeri III

 

Galeri III memiliki atap menyerupai pelepah daun pisang dengan bangunan berdesain garis melengkung. Galeri ini memiliki tiga lantai dimana lantai pertama digunakan untuk ruang pameran. Selain itu juga sebagai lokasi “Sanggar Gajah Wong” dimana anak-anak mengasah hobi maupun bakat melukis yang dimiliki.

 

Lantai kedua untuk ruang perawatan maupun perbaikan lukisan sedangkan lantai bawah untuk menyimpan koleksi lukisan. Sebagaimana museum seni lukis kontemptorer atau museum lukisan lainnya, ruang penyimpanan lukisan berada di lantai bawah tanah. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga keawetannya.

 

Tidak terlalu jauh dari Galeri III tepatnya sebelah barat menara yang bisa digunakan untuk melihat pemandangan sekitar Anda akan menermukan sebuah rumah dengan arsitektuk unik. Rumah tersebut merupakan tempat tinggal Affandi bersama keluarganya. Rumah berkonsep rumah panggung yang menggunakan beton dan kayu sebagai penyangga. Lantai bawah rumah digunakan sebagai café museum affandi atau Kafe Loteng.

 

Pengunjung yang merasa lelah atau haus dan lapar bisa membeli makanan dan minuman di sini. Lantai atas rumah ini merupakan kamar pribadi Affandi. Jangan lupa juga singgah di musholla rumah tersebut, tepatnya di sebelah kiri. Bentuknya sangat unik yaitu gerobak. Masih banyak hal menarik lainnya di Museum Affandi jadi Anda sebaiknya meluangkan waktu untuk mengunjunginya.